P E N S I U N

Sudahkah Anda Siap?

D E D I K A S I

UNTUK MASA DEPAN

YANG LEBIH BAIK

MENIKMATI

HARI TUA

DENGAN NYAMAN

DAN TENTRAM

DANA PENSIUN SEMEN GRESIK

MENJAMIN KESINAMBUNGAN

PENGHASILAN ANDA

DI HARI TUA

Selamat Datang di situs resmi Dana Pensiun Semen Gresik, yang merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas layanan.


Sejarah Singkat

Dana Pensiun ini merupakan kelanjutan dari Yayasan Dana Pensiun Karyawan PT Semen Gresik (Persero)


Peraturan DPSG

SK Direksi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Tentang Peraturan Dana Pensiun Dari DPSG


Prosedur Pengajuan

Prosedur pengajuan permohonan pembayaran Manfaat Pensiun bagi Pensiunan/Janda/Duda/Anak


Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Dana Pensiun Semen Gresik terdiri dari Bagian Kepesertaan, Bagian Investasi, Bagian SDM & Umum, Bagian Akuntansi & Keuangan


Peraturan Pemerintah

PP No. 76 Tahun 1992 tanggal 30 Nopember 1992 tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja dan peraturan pelaksanaannya


Simulasi Perhitungan

Simulasi perhitungan penerimaan manfaat pensiun Normal, Cacat, Dipercepat, Ditunda, Janda/Duda & Anak

Berita

  • 06/03/2015 - 08:25
    Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, 20 Mei 2015: Sebagai upaya pengembangan pasar sukuk domestik, OJK bekerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyelenggarakan seminar bertemakan Pengembangan Pasar Sukuk Domestik, melalui Pasar Global yang diikuti oleh para pelaku industri pasar modal, serta regulator terkait di OJK Institute, Jakarta, Rabu (20/5/2015). Seminar ini turut dihadiri oleh Lord Mayor of the City of London serta duta besar Inggris untuk Indonesia, beserta delegasi pelaku industri jasa keuangan Inggris.
    Acara dibuka oleh anggota Wakil Ketua Dewan Komisioner Rahmat Waluyanto, yang dalam sambutannya menyebutkanpasar modal syariah Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi dalam pembiayaan kegiatan pembangunan nasional, dan pada akhirnya menyumbang pertumbahan perekonomian nasional. Dalam upaya pengembangan pasar modal syariah, kerjasama dengan para pihak, khususnya dalam lingkup internasional menjadi sangat penting.

  • 06/03/2015 - 07:46
    JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperjuangkan agar pemerintah menyeret turun besaran iuran program jaminan pensiun yang bakal dijalankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Soalnya, wasit industri keuangan tersebut mengaku kebanjiran keluhan dari pelaku usaha dana pensiun swasta.
    Menurut Heru Juwanto, Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK, keluhan pelaku usaha dana pensiun itu masuk akal. Mengingat, pemerintah menetapkan iuran jaminan pensiun sebesar 8%. Jumlah itu dianggap terlalu tinggi lantaran banyaknya program wajib yang harus dibayar pemberi kerja untuk kesejahteraan pekerja.
    Sebab, saat ini saja, beban kesejahteraan mencapai 18,24% - 20,74%. Jumlah itu patungan dari pemberi kerja senilai 14,24% - 16,74% dan pekerja 4% untuk program jaminan hari tua, jaminan kematian, dan jaminan kecelakaan kerja yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan, serta program jaminan kesehatan nasional oleh BPJS Kesehatan dan pesangon.

  • 06/03/2015 - 07:12
    JAKARTA. Jika sebelumnya industri dana pensiun (dapen) dapat menaruh dana kelolaannya di 19 jenis investasi, maka sejak 31 Maret 2015 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan para pelaku industri untuk masuk ke investasi surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), repurchase agreement (Repo) dan kontrak berjangka efek yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan OJK No 3/POJK.05/2015 tentang investasi dana pensiun.
    Menurut Heru Juwanto, Direktur Pengasawan Dana Pensiun OJK, mereka memperbolehkan para pelaku untuk menimbun dana kelolaannya di jenis investasi MTN guna memenuhi skema manajemen aset dan liabilitas dapen terutama untuk investasi jangka menengah. "Sedangkan repo ditujukan untuk market deepening bagi instrumen investasi surat berharga negara dan obligasi korporasi. Kalau kontrak berjangka efek agar dapen dapat melakukan lindung nilai (hedging)," jelasnya kepada KONTAN, Kamis (30/4). Para pemain di sektor jasa keuangan kerap melakukan aksi hedging agar tidak terpengaruh terhadap fluktuasi nilai mata uang yang terjadi.

Pages